Hindari Polarisasi di Pemilu 2024, Polri Akan Wujud Satuan tugas Nusantara

  • 1 min read
  • Jun 21, 2022

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan, faksinya belajar pengalaman dari Penyeleksian Umum (Pemilu) 2019 untuk menyiapkan penyelamatan di Pemilu 2024 kedepan.

Dedi mengaku polarisasi, hoax, sampai ajaran kedengkian sepanjang kontestasi pemilu susah dihindari.

“Pergi pengalaman dari Pemilu 2019, tentu saja kita tidak dapat menghindar polarisasi, politik jati diri, hoax, ajaran kedengkian. Itu tidak dapat kita jauhi,” tutur Dedi ke reporter di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (19/6/2022).

Tetapi, Dedi menyebutkan Polri akan menahan beberapa hal semacam itu supaya tidak terulang lagi di Pemilu 2024.

Polri, kata Dedi, mempersiapkan Satuan tugas Nusantara untuk memperhitungkan polarisasi.

“Satuan tugas Nusantara sebagai wujud cooling sistem,” katanya.

Dedi ikut memaparkan beberapa pekerjaan dari Satuan tugas Nusantara.

Satuan tugas Nusantara akan lakukan aktivitas literatur, publikasi, dan pengingat ke warga.

Jika ada warga atau barisan tertentu yang menebarkan dan memviralkan beberapa konten yang memiliki sifat polarisasi, politik jati diri, sampai hoax, karena itu Satuan tugas Nusantara akan bergerak untuk mengingati.

“Jika diingatkan sekali, 2x, masih bertindak yang serupa, karena itu usaha penegakan hukum harus dilaksanakan,” papar Dedi.

Lebih jauh, Dedi mengutamakan Satuan tugas Nusantara dibuat untuk menahan peristiwa yang mempunyai potensi mengadu domba persatuan.

“Pak Kapolri selalu mengingati, silahkan kita jaga persatuan dan kesatuan, menjaga kebhinekaan dalam frame NKRI,” paparnya.

Adapun Dedi tidak dapat pastikan kapan Satuan tugas Nusantara ini tercipta. Sekarang ini, ide pembangunan Satuan tugas Nusantara masih digodok.