Terkuak Polisi Mengambil CCTV Hancur di Kompleks Rumah Irjen Sambo

  • 2 min read
  • Agu 05, 2022

Polri akui sudah tahu orang yang ambil camera CCTV hancur di lokasi peristiwa Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Kompleks rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel). Siapakah figur yang ambil CCTV itu?

Hal figur yang ambil CCTV hancur itu dikatakan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolri menyebutkan sudah kantongi identitas pengambil CCTV itu.

“Ada CCTV hancur yang diambil di saat di satpam dan itu juga kita pelajari. Kita telah memperoleh bagaimana proses ambil,” kata Sigit saat temu jurnalis di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022).

Pengambil CCTV hancur sebagai anggota Polri. Ia sudah dicheck oleh penyidik kasus meninggalnya Brigadir J.

“Dan siapakah yang ambil juga kita kerjakan pengecekan dan sekarang ini tentu saja kita akan lakukan proses seterusnya. Kelak kita proses kelak berdasar hasil keputusan apa ini masuk ke pelanggaran kaidah atau pelanggaran pidana,” papar Sigit.

Sigit tidak menguraikan apa saat diambil CCTV itu telah pada kondisi hancur atau mungkin tidak. Tetapi ia pastikan sudah tahu beberapa pihak yang turut serta dalam kasus CCTV itu.

“Yang terang pengecekan masih bersambung, akan tetapi hal tersebut telah kita peroleh siapakah yang lakukan, siapakah yang ambil, siapakah yang simpan dan semua,” katanya.

Komnas HAM konsentrasi menginvestigasi CCTV yang hancur dalam kasus yang tewaskan Brigadir J. Taufan menyangka ada tanda-tanda tersengajaan berkaitan rusaknya CCTV.

“Konsentrasi dahulu di CCTV yang semenjak awalnya kami permasalahkan itu, kok dapat disebutkan hancur dengan info yang lain satu sama yang lain. Yang satu ngomong disikat petir, ADC ngomong telah hancur lama. Nach saat ini telah ada tanda-tanda kuat elemen tersengajaan. Dapat dikatakan sebagai sangkaan obstruction of justice, usaha menantang hukum yang mengusik proses penegakan hukum,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat dikontak, Kamis (4/8/2022).

Lewat CCTV itu, Taufan menjelaskan faksinya ingin pastikan ada-tidaknya kejadian tembak-menembak itu. Disamping itu, ingin ketahui isi pada perbincangan di antara Bharada E dan Brigadir J.

“Selanjutnya, kami pasti ingin ketahui isi CCTV itu untuk pastikan benarkah ada tembak-menembak di antara Barada E dengan Joshua, apa cuma mereka berdua saja atau bagaimana sebenarnya kejadian itu terjadi. isi perbincangan lewat alat berkomunikasi yang belum diserahkan ke kami,” ucapnya.

Selanjutnya, Taufan menyebutkan sekarang ini tidak ada targetkan untuk panggil tiga jenderal yang sekarang ini sudah dimutasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menyebutkan sekarang faksinya akan fokus pada balistik dan cyber.

“Kita dalami dahulu kasusnya, apa lagi masih diatasi Polri. Sementara konsentrasi kami ke balistik dan digital forensik,” ucapnya.